Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2008

Pengertian diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran untuk menyelesaikan suatu masalah.


Pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi
1. Moderator
2. Peserta/ audien
3. Penyaji
4. Sekertaris
5. Pengunjung

Kunci sukses berdiskusi

1. Dalam berdiskusi tidak hanya mengandalkan kehebatan intelektual saja. Namun, juga
memperhatikan etika kesopanan.
(a) Ungkapan yang perlu dihindari
- Hanya orang bodoh yang berpikiran seperti itu ….
- Pendapat itu hanya pantas diungkapkan oleh seorang anak taman kanak-kanak…
- Saudara hanya membual dan banyak mengungkapkan omong kosong.
- Saudara tidak pantas ikut dalam diskusi ini.
- Saya sarankan Saudara harus lebih banyak belajar lagi sebelum ikut diskusi.
(b) Ungkapan yang dapat digunakan:
- Saya tidak setuju dengan alasan saudara tentang ….
- Argumen saudara lemah jika dikaitkan dengan fakta bahwa ….
- pendapat saudara tentang …. Terkesan mengada-ada dan berlebihan.
- pikiran saudara kurang didukung oleh fakta, padahal kenyataan tidak seperti itu …..
2. Dalam mengemukakan sanggahan harus izin moderator terlebih dahulu.
3. Meyakinkan pendapat yang kita sampaikan dengan cara yang baik.
Cara meyakinkan sesuatu (pendapat) hendaknya dilakukan dengan cara:
(a) Menunjukkan fokus pendapat kita.
(b) Mengemukakan argumentasi, pijakan berpikir, dan logika pikiran kita.
(c) Menunjukkan bukti, data, dan contoh konkret.


#Tipe pemimpin diskusi yang baik adalah yang demokratis, bukan yang liberal ataupun
otoriter.

#Fungsi moderator dalam diskusi:
1. Membuka diskusi
2. Memandu jalannya diskusi (memberi giliran berbicara pada peserta)
3. Menyimpulkan dan menutup diskusi.

#Perilaku peserta diskusi yang perlu dihindari, yaitu
1. Suka memotong pembicaraan
2. Pembicaraan menyimpang dari topik
3. Bersikap masa bodoh (tidak acuh)
4. Terlalu banyak bicara


Latihan
Diskusikanlah
1. Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari membaca cerpen tersebut?
2. Hal buruk apakah yang tidak ingin kamu tiru/lakukan?
3. Pribadi tokoh seperti apa yang berkesan buatmu?
4. Inspirasi apa yang kamu dapatkan dari cerita tersebut?

Kamis, 31 Januari 2008

Paragraf Eksposisi
Pengertian paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan suatu informasi/pengetahuan sehingga dapat menambah pengetahuan pembacanya.


Pola pengembangan paragraf eksposisi

1. Pola pengembangan proses
2. Pola pengembangan sebab-akibat
3. Pola pengembangan ilustrasi (contoh)
4. Pola pengembangan umum-khusus
5. Pola pengembangan khusus-umum

(Djuharmie 2004:76)




Pola pengembangan proses
Proses merupakan urutan dari suatu tindakan untuk menciptakan sesuatu atau urutan dari suatu peristiwa.
Contoh :

Daun pohon anggur dapat digunakan sebagai bahan pembersih wajah. Caranya, ambillah daun anggur secukupnya. Lalu, tumbuk sampai halus. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, ramuan kita dinginkan kemudian kita gunakan untuk membersihkan wajah.

Pola pengembangan sebab-akibat
Sebab bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Namun demikian, dapat juga terbalik.
Contoh:
Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, neraca perdagangan kita tekor 400 ribu ton. Sejak itu, impor beras meningkat diperkirakan menjadi 3,1 ton pada tahun 1998. Harga beras dalam negeri pun mencapai Rp 6.000,00 per kilogram.

Pola pengembangan ilustrasi
Untuk menjelaskan pengetahuan yang dimiliki penulis. Penulis dapat menyertakan ilustrasi-ilustrasi yang nyata (kongkret).
Contoh:
Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi adalah sektor-sektor di bidang pertanian. Misalnya, perikanan masih meningkat cukup mengesankan, yaitu 6,65 persen. Demikian pula perkebunan meningkat 6,46 persen.

Pola umum-khusus
Pola ini disebut juga pola deduktif, yaitu ide pokok ditempatkan pada awal paragraf yang kemudian diikuti oleh ide-ide penjelas
Contoh:

Kehadiran internet di sekolah membawa banyak dampak positif. Pengetahuan dan wawasan para siswa bertambah. Bagi guru-guru pun demikian, materi penyampaian mereka lebih kaya dan lebih aktual. Bagi sekolah sendiri internet memudahkan berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah lain.

Pola khusus-umum
Pola ini disusun berdasarkan pola induktif. Kalimat terakhir dalam paragraf ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman dari uraian-uraian yang dikemukakan sebelumnya.

Daftar Pustaka

Djuharmie, E.K. 2004. Bahasa Indonesia. Bogor: CV Regina.

Rabu, 30 Januari 2008


Menurut wikipedia.org, majalah udah ada sejak abad ke-17, lho! Dia bernama Journal des Scavans yang berasal dari Prancis. Isinya pun sederhana; seputar review buku dan tulisan kontributor